Asuransi dalam Bisnis Real Estate

asuransi real estate

Rico Post – Menurut data Perkembangan Properti Komersial (PPKom) BI, harga properti komersial pada triwulan II 2019 menguat atau tumbuh 0,14%. Meningkatnya harga properti tersebut didorong oleh kenaikan di segmen lahan industri di sejumlah wilayah di Indonesia. Hal ini yang kemudian membuat bisnis real estate terus berkembang.

Meski demikian, bisnis real estate memiliki banyak risiko. Beberapa diantaranya cukup kompleks seperti berkaitan dengan lahan, sumber daya (biaya, listrik, air), masyarakat hingga regulasi. Risiko tersebut tentunya harus dikelola dengan baik. Untuk itu, dibutuhkan perlindungan berupa asuransi bisnis.

Adapun asuransi untuk bisnis real estate antara lain sebagai berikut:

asuransi real estate

  • Profesional Indemnity Insurance, asuransi ini melindungi perusahaan dari tuntutan pertanggungjawaban pihak yang mencari kompensasi akibat dari kelalaian profesional perusahaan.
  • Legal Indemnnity Insurance, asuransi ini untuk menghindari transaksi yang cacat hukum seperti kurangnya izin perencanaan atau persetujuan peraturan bangunan, dan kurangnya hak jalan yang sulit untuk diselesaikan sehingga dapat menyebabkan kerugian.
  • Commercial and residential insurance, asuransi ini memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan biaya perbaikan, biaya penggantian, dan kerugian yang tidak terduga.
  • Worker’s Compensation Insurance, asuransi ini mencakup biaya pengobatan untuk karyawan yang terluka di tempat kerja. Asuransi ini juga melindungi perusahaan dari tuntutan hukum apabila karyawan menggugat karena adanya kecelakaan kerja.
  • Rent Guarantee Insurance, asuransi ini melindungi perusahaan dari gangguan pendapatan yang tidak terduga seperti penyewa yang gagal membayar.

Identifikasi risiko bisnis real estate sangatlah penting untuk memimalkan dan atau menghindari dampak kerugian yang bisa terjadi. Risiko-risiko yang dapat terjadi pada bisnis real estate antara lain sebagai berikut:

  1. Financial Risk (masyarakat sulit membayar cicilan karena perekenomian negara yang melemah).
  2. Business Risk (negara mengalami krisis ekonomi sehingga biaya sewa properti akan stagnan atau menurun).
  3. Liquidy Risk (penjual dan pembeli tidak bertemu dengan waktu cukup lama).
  4. Inflation Risk (inflasi yang tinggi dapat mengurangi rate of return investor).
  5. Management Risk (pemeliharaan sebuah properti seperti management fee untuk renovasi dan inovasi).
  6. Interest Rate Risk (interest rate yang berubah akan berpengaruh terhadap harga properti).
  7. Legislative Risk (peraturan pajak berpengaruh terhadap nilai investasi properti).
  8. Environmental Risk (penggunaan bahan bangunan yang dinilai berbahaya atau kawasan perumahan yang kumuh dapat mempengaruhi harga properti).
  9. Cyber Risk (tindak pencurian data, kekacauan, pencemaran nama baik, akibat kegagalan sistem teknologi informasi dan komunikasi internal sehingga menimbulkan kerugian finansial).

Dengan mengetahui dan memahami risiko-risiko di atas, maka perusahaan harus menerapkan manajemen risiko yang baik. Menggunakan jasa broker asuransi profesional dapat menjadi pilihan bagi perusahaan untuk memilih jenis asuransi sesuai dengan kebutuhan.

Marsh Indonesia merupakan solusi dalam bisnis real estate yang Anda butuhkan. Broker asuransi dapat memberikan jaminan perlindungan terhadap risiko yang dihadapi perusahaan. Selain itu, Marsh broker Indonesia juga akan mengidentifikasi risiko yang muncul serta memberikan masukkan terkait dengan asuransi yang sesuai dengan kondisi perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.