Putra, Bocah SD yang Jualan Cilok Sambil Sekolah

asuransi wakaf

Rico Post – Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Salah satunya adalah berjualan. Mungkin, inilah yang ada di benak Putra, bocah SD yang sempat viral karena berjualan cilok di sekolah karena terpaksa untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pantas saja kalau Putra diberikan asuransi wakaf dari Allianz. Ini kisah Putra, sang penjual cilok!

asuransi wakaf

Anak Yatim Piatu

Putra, yang kini berusia 12 tahun sempat viral beberapa waktu lalu karena berjualan cilok sambil bersekolah. Bukan tanpa alasan hal ini ia lakukan. Ia harus membantu menghidupi keluarganya yang terdiri dari seorang kakak dan dua orang adik yang masih sangat kecil. Adik-adiknya masih berusia 7 tahun dan 10 bulan saat ini.

Putra terpaksa harus berjualan cilok semenjak sang ibu meninggal dunia karena melahirkan adik bungsunya. Sedangkan sang ayah juga sudah lebih dulu meninggal dunia karena sakit paru-paru. Dengan semangat pantang menyerah, Putra bertekad untuk berjualan dan menghidupi keluarganya, dan begitu pulalah yang dilakukan sang kakak.

Sebenarnya, Putra tak hanya menjajakan ciloknya di sekolah saja. Putra juga menjajakan ciloknya dengan berkeliling kampung setelah pulang sekolah. Bahkan, tak jarang Putra harus menjual hingga larut malam bila cilok yang dijualnya tak laku. Namun, kalau masih tak laku, mau tak mau ia harus membagikannya karena jika tidak, cilok tersebut akan basi.

Harga Cilok yang Terjangkau

Harga cilok yang dijual Putra sangatlah terjangkau. Hanya dengan dua ribu rupiah per tusuk, Anda sudah bisa mendapatkannya. Dalam sehari, rata-rata Putra membawa panci berisi 100 hingga 200 tusuk cilok. Dengan kata lain, bila jualannya habis terjual, paling banyak Putra hanya mendapat uang 200 hingga 400 ribu rupiah saja dan itu dipotong modal dari penjual.

Sedangkan tak habis, ia harus berjualan lebih malam agar bisa mendapatkan untung dan menutup modal yang ia ambil dari si pemilik cilok. Dengan semangat pantang menyerah, Putra sudah tak lagi malu untuk berjualan cilok dan kini, para teman sebaya dan teman bermainnya pun ikut jadi langganan Putra dan setiap hari membeli dagangan ciloknya.

Di saat anak-anak seumurannya sibuk bermain dengan rekan sekitar, Putra hanya bisa melihat saja. Dia lebih memilih untuk memikirkan nasibnya dan keluarganya ketimbang untuk bermain dengan rekan sebaya. Meski begitu, bukan berarti anak yang tinggal di daerah Pondok Aren, Tangerang ini tak punya teman sama sekali. Bahkan, temannya cukup banyak.

Asuransi Allianz Wakaf

Melihat bagaimana gigihnya jiwa Putra menghidupi keluarganya yang sudah tak memiliki orang tua, tentunya sangat pantas bahwa Putra menerima anugerah asuransi Allianz wakaf. Dengan perlindungan yang didapat dari asuransi ini, kehidupan Putra, kakak dan adik-adiknya bisa lebih tenang ke depannya karena mereka mendapat perlindungan terbaik.

Sebab, mereka akan dapat berbagai perlindungan seperti asuransi jiwa dasar, santunan asuransi penyakit kritis, asuransi cacat tetap total, asuransi jiwa dan cacat tetap akibat kecelakaan dan manfaat berkontribusi bila si penerima mengalami penyakit krtis dan cacat tetap total. Kehidupan Putra dan keluarganya bisa jadi lebih baik dengan semua ini.

Jadi, tak heran kalau Putra, kakak dan kedua adiknya dapat asuransi wakaf dari Allianz. Mereka memang butuh karena sudah tak ada lagi yang jadi pelindung dan tulang punggung. Mereka harus hidup mandiri guna memenuhi semua kebutuhan hidup mereka termasuk makan, sandang dan tempat tinggal. Tentunya, Anda ingin bantu beri yang terbaik, kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.